Senin, 08 September 2014

MAGICIAN.... "Berterimakasihlah" kepada para Hackler.....

Ada elektron ada proton, ada superhero ada villain. Di dunia ini memang selalu ada binary opposition (semua hal dicipta secara berpasangan. Kalau ada atasan pasti ada bawahan. Jika ada kiri pasti ada kanan, kalau ada siang pasti ada malam dan sebagainya). Para pekerja misteri pun (baca: magician) punya lawannya (kalau tidak bisa disebut pasangan) sendiri. Para magician menyebut mereka hackler.

Hackler apa itu ?
Jadi begini, magician adalah salah satu profesi dalam bidang entertainment yang menghibur penontonnya dengan berakting sebagai orang yang dapat menampilkan keajaiban dengan triknya. Jadi satu-satunya poin estetika dalam seni magic adalah ketika sang magician dapat membuat sang penonton terkagum-kagum dengan keajaiban (yang ceritanya) dibuat oleh sang magician. Yeah, magician menghibur orang dengan misteri. Lalu kalau misteri itu sudah tidak menjadi misteri lagi, apa yang akan terjadi ? Yup, magician hanya akan terlihat seperti manusia biasa tanpa keajaiban apa-apa.

Sebentar… Pertanyaannya belum terjawab. Jadi hackler itu apa ?
Nah, hackler adalah sebutan bagi orang-orang yang dengan sengaja membongkar misteri yang magician tampilkan. Sederhananya begini, misalnya ada pesulap yang sedang memainkan trik kartu, lalu tiba-tiba ada penonton yang tiba-tiba mengambil kartu yang sedang dipegang si magician sehingga triknya ketahuan. Orang itu dapat disebut hackler. Atau misalnya ada magician yang sedang melakukan trik menghilangkan koin, tiba-tiba ada yang teriak (dengan nada mengejek biasanya) “Ah, itu koinnya ada di tangan yang satunya lagi..” dan dalam sekejap trik magician itu ketahuan. Simply, kita dapat sebut orang itu sebagai hackler. Bahkan ada hackler yang berniat sekali membongkar trik para magician di youtube. Mereka menyebut diri mereka dengan “The Trickbusters”.



Kenapa mereka menjadi hackler ?
Kebanyakan disebabkan oleh miskonsepsi beberapa orang terhadap seni magic itu sendiri. Hackler berpikir bahwa magician tidak lebih dari penipu publik yang membohongi penontonnya dengan aksi-aksinya. Hal ini lah yang menyebabkan mereka tidak rela apabila banyak magician yang menjadi tenar atau terkenal. Karena itu mereka sebisa mungkin menghancurkan trik-trik yang dibuat magician atau membongkarnya di media lain. Hal ini sebenarnya adalah pandangan yang salah. Sangat salah. Mengapa ? Karena magician, sekali lagi, adalah orang yang berakting sebagai manusia yang dapat menimbulkan (bukan menciptakan lho) keajaiban. Jadi, mereka memang hanya berakting. Bayangkan saja kalau ada magician yang mengatakan: “Saya akan menghilangkan kartu ini padahal akan saya taruh di belakang tangan saya.”. Apa yang akan terjadi ? Pertunjukkan tidak pernah akan menjadi menarik bukan ? Ingat, para magician tidak pernah bermaksud untuk menipu penonton, melainkan berniat memberikan hiburan terbaik untuk orang-orang yang menontonnya.

Hackler ada di mana-mana. Setiap magician pasti pernah dan akan terus menerus berurusan dengan hackler. Semua magician besar pernah mengalami hal ini. Tidak terkecuali dengan nama-nama magician besar yang kita dengar di televisi. Mulai dari Harry Houdini, David Copperfield, David Blaine, Deddy Corbuzier, Romi Rafael, Joe Sandy. Kuncinya hanya satu : TETAP BERKARYA. Terbukti, magician-magici​an yang disebutkan tadi hingga kini tetap eksis, bahkan melegenda.

Bagi para Magician yang pernah merasa terbongkar triknya, terhina, ataupun sakit hati, berbahagialah, karena jika anda adalah seseorang yang puas hanya berdiam diri di rumah tanpa mencoba berkreasi, tak akan ada orang lain yang mau bersusah-payah menjatuhkan anda.

Untuk para magician mari berpikir positif saja, menurut saya keberadaan hackler ini lah yang membuat kreatifitas pekerja misteri berkembang dengan pesat. Ketika satu trik terbongkar, maka akan timbul motivasi untuk menciptakan trik yang lebih sempurna lagi. Jadi buat para hackler, saya (secara pribadi sebagai salah satu magician) cuma mau mengucapkan “TERIMAKASIH”. Karena kalian lah dunia persulapan semakin maju. Yeah, superhero juga semakin kuat ketika ada villain nya kan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar